Rabu, 08 Agustus 2012

JENIS TERNAK DAN PRODUK HASIL TERNAK


A.   Simmental

Sapi ini berasal dari switzzerland perancis, merupakan salah satu breed yang tertua di dunia. Simmental merupakan dual purpose, yaitu selain sebagai sapi potong, produksi susunya juga hamper menyamai sapi perah. Tunuh sapi Simmental berwarna kuning sampai merah, sedangkan bagian muka, dada, dan rambut ekor berwana putih. Sapi Simmental tidak memiliki tanduk. Kemampuan menyusui anaknya sangat baik dengan berat lahir pedet yang relative tinggi. Mempunyai sifat jinak, tenang dan mudah di kendalikan. 

B.     Sapi Limousine

Sapi limosin berasal dari perancis, merupakan sapi potong yang berkualitas baik. Saat lahir, ukuran pedet relative kecil sehingga proses kelahiran relative mudah dan lancer. Tubuh berwarna merah keemasan dengan bagian perut berwarna seperti jerami. Ukuran tubuhnya sedang, tidak bertanduk. Tingkat efsisensi pakan terbilang bagus. Presentasi dalam karkas cukup baik.
C.    Sapi Brahman

Adalah keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya berasal dari India kemudian masuk ke Amerika pada tahun 1849 berkembang pesat di Amerika, Di AS, sapi Brahman dikembangkan untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Ciri khas sapi Brahman adalah berpunuk besar dan berkulit longgar, gelambir dibawah leher sampai perut lebar dengan banyak lipatan-lipatan. Telinga panjang menggantung dan berujung runcing. Sapi ini adalah tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan.

D.    Sapi Ongole

Ciri khas sapi Ongole adalah berbadan besar, berpunuk besar, bergelambir longgar, dan berleher pendek. Kepala, leher, gelambir, dan lutut berwarna hitam, terutama sapi jantan. Kulit berwarna kuning dengan bulu putih atau kehitam-hitaman. Kulit di sekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku, dan bulu cambuk pada ujung ekor berwarna hitam. Kepala pendek dengan profil melengkung. Mata besar dengan sorot yang tenang. Tanduk pendek dan tanduk pada sapi betina berukuran lebih panjang dibandingkan sapi jantan. Telinga panjang dan menggantung sapi, Ongole akan dewasa kelamin pada umur 24-30 bulan.
E.     Sapi Bali

Karakteristik Sapi Bali antara lain : Warna bulu pada pedet berwarna sawo matang dan kemerahan, sedang pada sapi betina tidak berubah warnanya dan jantan dewasa menjadi berwarna hitam : berat badan untuk jantan 450 kg, sedang pada sapi betina 350 kg : bertanduk dan terdapat  bercak putih pada pantat.

F.     Sapi Madura

Berwarna merah bata atau merah coklat dengan warna putih dengan batas tidak jelas pada pantat, tanduk kecil pendek mengarah keluar. Pada sapi jantan, gumba berkembang dengan baik sedangkan sapi betina, gumba tidak tampak jelas. Tubuh kecil, kaki pendek. Tinggi gumba pada sapi jantan kelas I minimal 121 cm, kelas II minimal 110 cm dan kelas III minimal 105 cm. Tinggi gumba sapi betina kelas I minimal 108 cm, kelas II minimal 105 cm, kelas III minimal 102 cm. Sapi madura jantan berumur 24-36 bulan sedangkan sapi betina berumur 18-24 bulan.
B. JENIS-JENIS KAMBING/DOMBA
1.      Kambing/domba à 1. Kambing kacang, 2. Kambing Etawa, 3. Domba ekor gemuk  4. Kambing Boer, 5. Kambing saanen

A.  Kambing Kacang

Kambing kacang merupakan bangsa asli dari Indonesia. Tipe kambing ini penghasil daging, warna tubuhnya bervariasi, yaitu putih bercampur hitam atau cokelat dan hitam polos. Tanduknya mengarah kebelakang dan membengkok. Hidung lurus, leher pendek serta telinga pende, berdiri tegak. bersifat prolifik (sering melahirkan anak kembar 2 atau 3), lincah, dan tahan terhaddap berbagai kondisi, dan mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan berbeda, termasuk dalam kondisi pemeliharaan yang sangat sederhana.
B.  Kambing Boer

Kambing boer berasal dari Afrika Selatan dan telah masuk ke Indonesia sejak 65 tahun lalu. Kambing boer adalah kambing pedaging terbaik di dunia. Pada umur 5-6 bulan, berat badan kambing ini sudah mencapai 35-45 kg dan sudah siap untuk dipasarkan. Namun, jika dibiarkan sampai usia dewasa (2-3 tahun), bobot badan kambing jantan bisa mencapai 120 kg. Kambing boer bertubuh panjang dan lebar, keempat kaki sangat pendek, warna kulit cokelat, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, serta kepala berwarna cokelat kemerahan atau cokelat muda hingga cokelat tua. Beberapa kambing boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kambing ini mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, dan memiliki daya tahan tubuh yang sangat bagus.
Kambing boer yang ada di Indonesia sudah banyak mengalami persilangan dengan kambing lokal Indonesia. Istilah “kambing boer bangsa murni” akan digunakan oleh registrasi kambing boer Indonesia jika seekor kambing sudah mencapai paling tidak generasi kelima baik dari sisi induk maupun pejantan, berdasarkan catatan silsilahnya. Salah satu contoh hasil persilangan kambing boer adalah boerka yang merupakan hasil persilangan dengan kambing kacang.
C. Kambing Ettawa

Kambing Ettawa didatangkan dari India yang disebut kambing Jamnapari. Badannya besar, tinggi gumba yang jantan 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek. Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) kambing Etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai sebagai kambing “Peranakan Etawa” atau “PE”. Kambing PE berukuran hampir sama dengan Etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia.

D.  Kambing Saanen

Kambing Saanen berasal dari Saanen, Swiss. Baik kambing jantan maupun betinanya tidak memliki tanduk. Warna bulunya putih atau krem pucat. Hidung, telinga dan kambingnya berwarna belang hitam. Dahinya lebar, sedangkan telinganya berukuran sedang dan tegak. Kambing ini merupakan jenis kambing penghasil susu. Berasal dari lembah Saanen Swiss bagian barat. Merupakan jenis kambing terbesar di Swiss. Sulit berkembang di wilayah tropis karena kepekaannya terhadap matahari. Ciri-ciri telinga tegak dan mengarah ke depan, bulu dominan putih, kadang2 ditemui bercak hitam pada hidung, telinga atau ambing. Produksi susu 740 kg/ms laktasi.
E.  Kambing khasmir


Bangsa kambing ini merupakan kambing impor dari khasmir, Pakistan.saat ini kambing khasmir banyak tersebar dari di jawa barat dan nusa tenggara. Keturunan kambing ini adalah kambing gembrong di bali. Cirri-ciri kambing khasmir adalah kepala besar, mata kecil, leher pendek serta telinga sedang dan terkulai ke bawah. Kaki bawah berambut pendek, tubuh mempunyai rambut penutup panjang dan halus, serta dibawah rambut penutup terdapat mohair lebat dan sangat halus. Berat badan dewasa bisa mencapai 60 kg.
Susu
1.      Kambing
Dibeberapa Negara termasuk Negara tropis walaupun banyak jenis kambing, tetapi masih sedikit sekali perhatian terhadap seleksi atau breeding dalam usaha memperoleh satu performance yang baik (Blakely,1991).
Susu kambing mengandung kadar laktosa yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi. Susu kambing mengandung asam lemak berantai pendek dan sedang, hal ini membuat lemak susu kambing lebih mudah dicerna tubuh untuk menghasilkan energi sehingga tidak tertimbun sebagai lemak atau kolesterol. Hanya saja kandungan asam folat dan vitamin B12 pada susu kambing cukup rendah.

Cita rasa: Bau dan rasa susu kambing murni sangat spesifik yaitu sedikit berbau kambing. Ada kalanya bau agak tajam karena pengaruh pakan. Susu kambing murni rasanya, sedikit manis dan berlemak.
a.       Etawa
Butiran lemak susu kambing etawa berukuran antara 1-10 milimikron sama dengan susu sapi, tetapi jumlah butiran lemak yang berdiameter kecil dan homogen lebih banyak terdapat pada susu kambing sehingga susu kambing lebih mudah dicerna alat pencernaan manusia, susu kambing etawa tidak akan menimbulkan diare pada orang yang mengkonsumsinya. Susu kambing segar etawa ini  juga tidak memiliki kandungan karoten, sehingga warna susu kambing lebih putih daripada susu sapi.
b.       Saanen
Bangsa kambing Saanen berasal dari lembah Saanen di Swiss bagian barat. Jumlah (produksi) susunya banyak, tetapi lemak susunya agak rendah (Blakely,1991).
c.       Anglo Nubian
Bangsa kambing Anglo Nubian merupakan persilangan antara kambing Jamnampari dari India dan Nubian. Susu kambing Anglo Nubian mempunyai kadar lemak yang tinggi, rata-rata 5,6% (Prihadi,1997).
d.      Nubian
Produksi susunya lebih sedikit bila dibandingkan dengan kambing yang berasal dari Swiss, tetapi persentase lemak susu tinggi. (Blakely,1991).
e.       Barbari
Di India bangsa kambing ini telah dikembangkan karena produksi susunya dan area tubuhnya relative kecil, sedang produksi cukup banyak menyebabkan ternak ini dipandang sebagai produsen susu yang ekonomis (Prihadi,1997).
Susu kambing etawa dapat diolah menjadi produk olahan seperti susu rasa, susu bubuk, yogurt, keju, caramel, dodol hingga sabun.

2.      Sapi
Komposisi gizi: Susu sapi mengandung asam lemak omega-3 (alfa linolenic acid/ALA) dan omega-6 (linoleic acis/LA). ALA dan LA adalah asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh, sehingga mutlak harus diperoleh dari makanan. Di dalam tubuh, ALA akan disintesis menjadi omega 3 lainnya yaitu asam DHA dan EPA. Sementara itu LA disintesis menjadi omega 6 yakni AA. AA dan DHA berperan penting dalam pembentukan sel-sel otak dan proses penglihatan.
Protein dalam susu sapi juga sangat penting dalam proses pembentukan otot. Dan kalsium dalam susu penting bagi proses pembentukan tulang agar tulang tidak lekas mengalami pengeroposan.
Cita rasa: Susu sapi terasa manis disebabkan oleh kandungan laktosa, dan rasa asin berasal dari kandungan klorida, sitrat, dan garam-garam mineral yang ada di dalamnya.
Susu sapi dapat diolah menjadi produk olahan seperti keju, yoghurt, ice cream,dan mentega.



a.       Fries Hollands
Sapi Fries Hollands atau disebut juga FH berasal dari negara Belanda Utara dengan kriteria sebagai Kadar lemak susu FH 3,65% dengan rata-rata 7.245 kg per laktasi di Amerika Serikat.
b.      Jersey
Sapi Jersey dikembangkan untuk tujuan utama lemak susu untuk mentega karena kadar lemak susunya tinggi hingga 4,85%.
c.       Guernsey
Produksi susu sapi Guernsey lebih rendah dari sapi Holstein, tetapi kadar lemaknya lebih tinggi hingga 4,7 %. Susu sapi Guernsey berwarna kuning emas dan terkenal di pasaran. Susu ini biasanya diolah menjadi mentega.
d.      Brown Swiss
Susu sapi Brown Swiss biasanya diolah menjadi keju. Kadar lemak susu sapi Brown Swiss rendah yaitu 4,04%.
e.       Milking Shorthorn
Kadar lemak susunya 3,65%
f.       Sahiwal
Sapi Sahiwal berasal dari India. Sapi ini merupakan tipe perah dari tropis yang terbaik didaerah asalnya. Persentase kadar lemak susunya 3,7%.
g.      Red Sindhi
Sapi ini berasal dari India. Dalam segala hal hampir sama dengan Sahiwal tetapi dengan ukuran yang lebih kecil dengan produksi rata-rata untuk satu masa laktasi 1.662 atau berkisar 5-6 liter per hari dengan kadar lemaknya 4,9%.
h.      Australian Milking Zebu (AMZ)
Sapi ini merupakan hasil silang antara sapi Sahiwal, Red Sindhi, dan sapi Jersey. Produksi susu rata-rata sapi ini 7 liter per hari dengan kisaran produksi susu 1.445-2.647 kg per 330,5 hari. namun ada yang berproduksi hingga 4.858 kg per 330,5 hari atau 16 liter per hari.

3.      Kuda
Selain populer di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, susu kuda liar juga dikembangbiakkan di Sukabumi, Jawa Barat.
Komposisi gizi: Susu ini lebih dikenal karena khasiatnya sebagai obat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh dan menstimulasi pembersihan organ dalam tubuh. Kuda yang diperah susunya adalah kuda yang hidup bebas mencari makanannya sendiri. Susu kuda mengandung kalori yang lebih rendah dibandingkan susu sapi (44 Kalori per 100 gram). Lemak dari susu kuda kebanyakan lemak tak jenuh (polyunsaturated). Asam lemak rantai pendek ini membuat susu kuda mudah diserap tubuh.
Kandungan laktosa susu kuda lebih banyak daripada susu sapi. Hal ini perlu menjadi perhatian pada orang-orang yang intoleran terhadap laktosa.
Cita rasa: Susu kuda terasa gurih dan creamy. Warnanya putih kekuningan dan biasanya dijual dalam bentuk segar maupun sudah dimasak.
Komposisi Susu kuda Sumbawa
Komposisi
Susu kuda Sumbawa
Kadar lemak (persen)
1,68
Kadar Protein (persen)
2,26
Kadar laktosa (persen)
4,31
Bahan kering tanpa lemak (persen)
8,75
Kadar abu (persen)
0,41
pH
2,73-4,28
Antimikroba (mm)
14-23
Sumber: Hermawti et al, 2005


4.      Susu Kerbau
Susu kerbau hanya dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesia, antara lain di daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumbawa dan beberapa daerah lainnya.
Komposisi gizi: Kandungan laktosa, lemak, protein, kolesterol, dan asam lemak jenuh pada susu kerbau terhitung lebih banyak dibanding susu sapi. Bahkan, kandungan lemaknya dua kali lebih banyak daripada susu sapi.
Susu kerbau mudah dikenali dari warnanya yang putih bersih. Bahkan, lebih putih dari susu sapi. Warna putih ini disebabkan oleh sedikitnya kandungan pigmen karoten kuning yang biasanya merupakan tanda adanya kandungan vitamin A. Teksturnya lebih pekat daripada susu sapi, susu kerbau menjadi lebih hemat ketika diolah. Produk olahannya antara lain mentega, keju, susu kental manis, es krim, yoghurt dan dangke (keju dari susu kerbau).
Cita rasa: Lebih halus dan tidak meninggalkan jejak rasa asam

Telur
Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat.
a.       Telur ayam ras:
Telur ayam terbagi menjadi dua yaitu telur ayam ras dan telur ayam buras (bukan ras). Ukuran ayam buras relatif lebih kecil, warna ayam ras umumnya berwarna coklat.

Produk olahan yang dapat dihasilkan dari telur ayam yaitu
·         direbus matang
·         direbus setengah matang
·         digoreng (dadar, mata sapi, acak)
·         bahan pembuatan roti dan kue
b.      Telur ayam buras
Ayam buras atau yang dkenal dengan ayam kampung mampu mengahsilkan telur dan daginga dengan harga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan telur dan daging ayam ras. Produk olahahn dari telur ayam buras yaitu dapat direbus matang maupun setengah matang,  dimakan mentah (biasanya ditambah madu dan atau bahan-bahan lain untuk dijadikan jamu), digoreng dan juga sebagai bahan kosmetik.

c.       Telur bebek
Telur bebek kandungan lemaknya lebih tinggi daripada telur ayam ataupun telur puyuh, sehingga baik untuk masa pertumbuhan. Warna kuning telurnya pun beda. Pada telur ayam, warna kuning telurnya adalah kuning cerah, sedangkan telur bebek warna kuningnya adalah agak kemerahan. Dan komposisi kuning telur bebek itu lebih banyak daripada putihnya, sedangkan telur ayam komposisi kuning telurnya lebih sedikit. Dan ketika digoreng kuning telurnya lebih padat telur ayam daripada telur bebek. Dan warna telur bebek lokal ada yang biru ada yang putih, warna telur bebek yang semakin hijau pudar (gelap) itu lebih banyak mengandung gizi daripada yang berwarna putih. Selain dibuat menjadi telur asin telur bebek dapat diolah menjadi bahan lauk pauk lainnya semisal telur bebek petis, Gambar telur bebek dan produk olahannya.

d.      Telur angsa
Kandungan dari telur angsa tidak jauh berbeda dengan kandungan yang terdapat pada telur-telur tenka unggas yang lain. Satu hal yang membedakan yaitu ukuran dari telur angsa yang lebih besar bila dibandingkan telur ayam maupun telur bebek. Warna dari telur angsa sendiri berwarna putih seperti telur ayam kampung. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari telur angsa yaitu dapat direbus setengah matang hingga matang dan dikonsumsi seperti telur ayam, digoreng dan sebagai bahan campuran pembuatan roti.

e.       Telur puyuh
Telur puyuh mempunyai nilai kandungan gizi yang tinggi, tidak kalah dengan ternak unggas lainnya. Selain itu rasanya juga lezat dan dapat disajikan dalam aneka bentuk dan rasa. Dilihat dari kandungan protein dan lemaknnya dapat dikatakan telur puyuh lebih baik dibandingkan telur unggas lainnya. Telur puyuh merupakan sumber protein terbaik.100 gram Telur Puyuh mengandung 13,05 gram protein, sedikit lebih tinggi dari telur ayam maupun telur bebek.  Sebab telur puyuh mengandung protein yang tinggi tetapi kadar lemaknya rendah. Produk olahan dari telur puyuh dapat berupa masakan-masakan seperti sate telur puyuh, telur puyuh rebus maupun goreng yang digunakan sebagai pelengkap yang dapat dimakan, dan juga resep masakn yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2011. Bangsa-Bangsa Kambing Perah. http://ketekdekil.blogspot.com/2011/02/bangsa-bangsa-kambing-perah.html. Diakses pada Hari Jumat, 25 Februari 2011 jam 13.00 WIB.
________. 2011. Bangsa-Bangsa Sapi Perah. http://cisaruafarm.wordpress.com/2009/02/13/bangsa-bangsa-sapi-pera/. Diakses pada hari Jumat 25 Februari 2011 jam 13.03 WIB.
Blakely, J and D.H. Bade. 1991. Ilmu Peternakan, edisi ke- 4. Gadjah Mada University Press. Jogjakarta.
Deskripsi Sapi Perah Fries Holland, Didin S Tasripin, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran babaghee.files.wordpress.com
Prihadi, S. 1997. Dasar Ilmu Ternak Perah. Fakultas Peternakan UGM. Jogjakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar